Minggu, 10 Oktober 2010

PROSES KEPERAWATAN SEBAGAI KERANGKA KERJA PRAKTEK KEPERAWATAN & DEFINISI DIAGNOSA KEPERAWATAN

Proses keperawatan merupakan metodologis pada praktik keperawatan. Proses keperawatan terkait dengan bagaimana seorang perawat memberikan asuhan perawatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi klien, sehingga klien mampu kembali ke kondisi yang sebagaimana diharapkan berdasarkan tahapan dan konsep yang pada dasarnya ditujukan untuk klien itu sendiri. Karena manusia adalah fokus utama dari tindakan keperawatan. Klien tersebut bisa saja perorangan, keluarga ataupun komunitas. Proses keperawatan pada dasarnya adalah suatu aktivitas kognitif, walaupun tindakan yang ada menunjukkan aspek lain seperti : aspek psikimotorik dan aspek afektif. Menurut Reilly & Oerman (1990), proses keperawatan melibatkan:
Tindakan intelektual
Tindakan intelektual seperti pemecahan masalah, perumusan konsep, pengambilan kesimpulan, serta penerapan teori, ide dan konsep.
Pertimbangan nilai
Pertimbangan nilai didasarkan pada penghargaan terhadap martabat dan nilai-nilai kemanusiaan yang sangat penting untuk diperhatikan dalam memberikan asuhan keperawatan kepada klien.
Keterampilan Psikomotorik
Keterampilan psikimotorik sangat dibutuhkan untuk pengkaian maupun intervensi aplikasi asuhan keperawatan. Karena apabila kita memberikan asuhan keperawatan hanya berdasarkan teori-teori saja tidak melibatkan suatu huhubungan interpersonal dan tidak melibatkan jiwa altruistik, maka dapat dipastikan klien tidak akan merasa care dengan kehadiran kita pada saat memberikan asuhan keperawatan.
Variasi perilaku asuhan keperawatan sangat potensial tergantung kebutuhan klien yang berkisar dari tindakan yang sederhana sampai tindakan yang kompleks di dalam proses penerapannya. Melalui hal tersebutlah perawat akan dibekali suatu kerangka kerja untuk memberikan asuhan keperawatan yang individual kepada klien. Ada beberapa pengertian proses keperwatan menurut beberapa ahli diantaranya adalah sebagai berikut:
 King
Proses keperawatan merupakan metode standar yang digunakan dalam kebanyakan situasi keperawatan yang telah mengindetifikasi beberapa fungsi penting dari perawat: pengklaian kesehatan pasien, pembentukan suatu rencana berdasarkan informasi yang dikumpulkan, implementasi rencana perawatan, dan evaluasi keefektifan rencana tersebut.
 Neuman
Proses keperawatan disistemasisasi ke dalam 3 kategari yaitu : Diagnosa keperawatan, tujuan keperawatan, dan hasil keperawatan.
 Orem
Prases keperawatan merupakan aktivitas yang sengaja dipilih oleh perawat dituukan untuk mencapai tujuan keperawatan didalam suatu situasi perawatan kesehatan yang melibatkan 3 langkah yaitu:penetapan, rancangan dan inisiasi.
 Rogers
Proses keperawatan merupakan penerapan secara utuh ilmu mengenai manusia dalam cara-cara inovatif yang kontinu melalui modalitas evaluatif dan invasif yang dituukan untuk aktualisasi kesejahteraan yang optimal bagi individu, keluarga dan masyarakat.
 Roy
Menurut Roy proses keperawatan merupakan pendekatan pemecahan masalah yang diperlukan oleh tujuan keperawatan yang berpusat oleh klien dan kebutuhan untuk menghasilkan bahwa pelayanan yang diberikan perawat telh mencakup pembuatan diagnosa masalah adaptasi pasien dan perencanaan, pelaksanaa dan pengevaluasian perawatan.
Jadi, proses keperawatan dapat disimpulkan merupakan suatu cara mengoperasionalisasikan keperawatan seperti yang dikonsepkan dalam sebuah kerangka kerja yang harus menyinggung sifat holistik dari klien. Dalam melaksanakan proses keperawatan ada beberapa urutan yang harus dilakukan antara lain sebagai berikut :
1) Pengakajian yang meliputi : - pengenalan masalah
- pengumpulan data
- analisis data
- diagnosis keperawatan
2) Perencanaan yang meliputi : - penyusunan tujuan yang diinginkan
- penetapan prioritas
- pemilihan tindakan intervensi
3) Implementasi yang meliputi : - melakukan tindakan keperawatan
- evaluasi formatif terhadap tindakan
- perubahan seperti yang diindikasikan

4) Evaluasi meliputi : - hubungan antara hasil dengan tuuan yang ditetapkan
- konsistensi tindakan dalam fase proses dengan kriteria standar perawatan yang ditetapkan
- pengaruh variabel struktural pada hasil dan proses ( lingkungan, kebijakan dan prosedur lembaga, ketenagaan berkaitan dengan mutu dan jumlah)
Pengertian Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan merupakan bagian dari kajian dalam proses keperawatan. Tema diagnosa keperawatan pada dasarnya adalah menggambarkan status kesehatan klien. Ada beberapa pengertian diagnosa keperawatan menurut beberapa ahli dalam bidang ilmu keperawatan diantaranya adalah sebagai berikut:
Nort American Nursing Diagnosis Association (NANDA 1990)
Mengartikannya sbg suatu pertimbangan klinis mengenai respon individu, keluarga atau komunitas terhadap masalah kesehtan atau proses kehidupan yang aktual atau potensional.
Gordon (1897)
Gordon memandang diagnosa keperawatan sebagai suatu masalah kesehatan aktual atau potensial yang dapat diatasi melalui terapi perawatan.
Carpenito (1987)
Mendeskripsikan diagnosa keperawatan sebagai suatu pernyataan yang menandai suatu status kesehatan dalam suatu perubahan yang aktual atau potensial pada seseorang.
Jadi, diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawatan mempunyai lisensi dan kompeten untuk mengatasinya. Dari definisi diatas juga menggambarkan bahwa diagnosa keperawatan sebagai hasil dari proses pengumpulan dan analisis data yang mendalam dan sistematik.Menurut Gordon (1987) ada tiga komponen penting dalam memberi pernyataan pada diagnosa keperawatan (PES) yaitu:
• Helath Prolem (masalah kesehatan)
Adalah status kesehatan dari klien yang dinyatakan dengan kata-kata yang jelas dan tepat.
• Etiologic Factors (faktor etiologik)
Yaitu faktor yang mungkin menyebabkan atau mempertahankan masalah kesehatan klien : perilaku klien, faktor-faktor lingkungan, interaksi keduanya.
• Defining and Sympony (mendapatkan tanda dan gejala)

Dalam membuat diagnosa keperawatan seorang perawat dalam praktiknya mengungkapkan masalah kesehatan klien yang menjadi keprihatinan mereka selam masa praktiknya sebagai pengamat atau berdasarkan pengalaman yang lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar