Minggu, 10 Oktober 2010

IMUNISASI AKTIF & PASIF

e. IMUNISASI AKTIF & PASIF
Kata imun berasal dari bahasa Latin ‘immunitas’ yang berarti pembebasan (kekebalan) yang diberikan kepada para senator Romawi selama masa jabatan mereka terhadap kewajiban sebagai warganegara biasa dan terhadap dakwaan. Sistem imun adalah suatu sistem dalam tubuh yang terdiri dari sel-sel serta produk zat-zat yang dihasilkannya, yang bekerja sama secara kolektif dan terkoordinir untuk melawan benda asing seperti kuman-kuman penyakit atau racun yang masuk kedalam tubuh. Kuman disebut antigen. Pada saat pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat zat anti yang disebut dengan antibodi.

Imunisasi adalah pemberian vaksin kepada seseorang untuk melindunginya dari beberapa penyakit tertentu. Imunisasi merupakan upaya untuk mencegah penyakit lewat peningkatan kekebalan tubuh seseorang. imunisasi ada dua macam yaitu imunisasi aktif dan pasif.
Imunisasi Aktif
Imunisasi aktif adalah pemberian kuman atau racun kuman yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang tubuh memproduksi antibodi. Antibodi adalah zat anti yang terbentuk ketika antigen (kuman) masuk ke dalam tubuh. Pertama kali antigen masuk ke dalam tubuh, maka sebagai reaksinya tubuh akan membuat antibodi. Pada umumnya, reaksi pertama tubuh untuk membentuk antibodi tidak terlalu kuat karena tubuh belum mempunyai pengalaman. Tetapi pada reaksi kedua, ketiga dan seterusnya, tubuh sudah mempunyai memori untuk mengenali antigen sehingga pembentukan antibodi terjadi dalam waktu yang lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak. Contoh imunisasi aktif adalah imunisasi polio atau campak.

Imunisasi Pasif
Imunisasi pasif adalah penyuntikan sejumlah antibodi, sehingga kadar antibodi dalam tubuh meningkat. Contohnya adalah penyuntikan ATS (Anti Tetanus Serum) pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir di mana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah plasenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak.

Tujuan dan manfaat imunisasi diperlukan untuk mencegah meluasnya penyakit-penyakit tertentu dan menghindari risiko kematian yang diakibatkannya. Karena pada dasarnya imunisasi adalah untuk memberikan kekebalan bagi tubuh agar dapat, mencegah penyakit dan kematian disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. Sasaran yang paling penting untuk mendapatkan imunisasi adalah bayi dan balita karena mereka yang paling peka terhadap penyakit dan ibu-ibu hamil serta wanita usia subur. Time (Waktu) Anak harus diimunisasi lengkap sebelum berumur 1 tahun agar memiliki kekebalan terhadap penyakit. Waktu yang tepat untuk pemberian imunisasi yaitu Umur 0- 7 hari Hepatitis B, 1 Bulan BCG, 2 bulan Hepatitis B 2, DPT 1, Polio 1, 3 bulan Hepatitis B 3, DPT 2, Polio 2, 4 bulan DPT 3, Polio 3,9 bulan Campak, Polio 4. Frekuensi penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti polio, tetanus dan campak dari tahun ketahun semakin rendah atau berkurang. Hal ini disebabkan salah satunya karena cakupan imunisasi yang lengkap.
Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan bahwa vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi yaitu, BCG : setelah dua minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan. DPT : kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu dua hari. Campak : anak mungkin biasa panas, kadang disertai dengan kemerahan 4 - 10 hari sesudah penyuntikan. TETANUS TOXOID: Efek samping TT untuk ibu hamil tidak ada. Perlu diingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan dari pada efek penyakit bila bayi tidak diimunisasi.Imunisasi bermanfaat untuk mencegah meluasnya penyakit-penyakit tertentu dan menghindari risiko kematian yang diakibatkannya. Manfaat jangka pendek imunisasi adalah pencegahan terhadap penyakit infeksi yang berbahaya dan mematikan sedangkan manfaat jangka panjang imunisasi mencakup pemberantasan penyakit infeksi tersebut. Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)PD3I merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas/ditekan dengan pelaksanaan program imunisasi, beberapa penyakit yang dapat dicegah antara lain : tetanus neonatorum,
difteri, pertusis, polio, penyakit yang disebabkan Hib seperti pneumonia, meningitis dan penyakit lainnya.


f. GANGGUAN SISTEM IMUN
Gangguan pada sistem imun terjadi karena sistem imun yang gagal dalam mempertahankan tubuh dari serangan infeksi bakteri maupun virus, dapat juga terjadi karena sistem imun yang bereaksi secara berlebihan. Gangguan sistem imun terjadi akibat adanya reaksi hipersensitifitas dan akibat kekurangan sel yang berperan sebagai sistem imun dalam tubuh. Berikut uraiannya lebih lanjut :
Hipersensitivitas (Alergi)
Merupakan reaksi sistem imun yang spesifik terhadap bahan-bahan lingkungan yang dalam keadaan normal tidak berbahaya, misalnya debu atau serbuk sari. Bahan penyebabnya disebut alergen berupa antigen atau hapten dengan syarat harus berikatan dengan suatu protein tubuh. Respon alergi ini dapat diklasifikasikan menjadi dua katagori yaitu : hipersensitivitas tipe cepat dan tipe lambat.
 Hipersensitivas cepat
Respon alergi berlangsung secara cepat, reaksi biasanya muncul dalam waktu sekitar dua puluh menit setelah orang yang tersensitisasi ke alergen. Alergen yang pailn sering merangsang kondisi ini adalah butir-butir serbuk sari, sengatan lebah, penisilin, makanan tertentu, kapang, debu dan bulu binatang. Dimana alergen tersebut berikatan dengan dan mencetuskan sintesis antibodi IgE dan bukan antigen IgE yang berkaitan dengan antigen bakteri. Ada beberapa zat-zat kimia terpenting yang dikeluarkan pada reaksi alergi tipe cepat, diantaranya sebagai berikut :
1. Histamin: menyebabkan vasoladilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler.
2. Slow-reactive subtance of anaphlylaxis (SRS-A) : menyebabkan kotraksi otot polos kuat dan berkepanjangan, terutama di jalan napas halus.
3. Faktor kemoktasis eosinofil, berfungsi sebagai tombol pemadam untuk membatasi reaksi alergi.
Hipersensitivitas cepat dapat sangat berbahaya bahkan menyebabkan kematian akibat timbulnya reaksi sistermik yaitu reaksi yang melibatkan seluruh tubuh yang dikenal dengan syok anafilaktik yang dapat terjadi karena alergen yang masuk ke dalam darah atau jika terjadi pengeluaran zat-zat kimia dalam jumlah yang sangat besar.
 Hpersensitivitas Lambat
Respon imun tipe ini deperantarai oleh sel T, alergen-alergen yang dicetuskan antara lain: toksin voisin ivy dan zat kimia tertentu yang sering mengenai kulit, misalnya kosmestik dan bahan pembersih rumah tangga. Biasanya respon ditandai dengan erupsi kulit yang mencapai puncaknya satu sampai tiga hari setelah kontak dengan alergen. Pengobatan yang terbaik pada alergi tipe lambat adalah dengan memberikan sedia-an anti-imflamasi, misalnya yang mengandung kartisol.

Kekurangan Sel Imun
Sel-sel yang berperan dalam sistem imun banyak terdapat pada jaringan epidermis dan dermis pada kulit diantaranya adalah sebagai berikut :
 Sel residen Melanosit
Merupakan penghasil pigmen coklat melanin pada kulit, kekurangan sel ini dapat mengakibatkan terjadinya kanker kulit akibat sinar ultraviolet dari sinar matahari yang diterima oleh kulit, jumlah sel melanosit yang sedikit tidak akan mampu secara maksimal menghasilkan zat ”tan” (warna cokelat) sebagai pelindung kulit (fungsi protektif).
 Sel Keratinosit
Merupakan sel penghasil keratin yang berfungsi menghasilkan rambut dan kuku. Sel ini juga berfungsi sebagai sebagai pembentuk lapisan protektif dibagian luar kulit pada sel-sel yang mati.
 Sel Langerheans & Sel Granstein
Sel Langerheans bermigrasi ke kulit dari sunsum tulang belakang. Baik sel langerheans maupun granstein berfungsi sebagai penyaji antigen. Sel langerheans lebih peka terhadap kerusakan yang dirtimbulkan oleh radiasi ultraviolet (misalnya dari matahari) dibanding dengan sel granstein. Hilangnya sel langerheans dapat menyebabkan predominansi sinyal penekanan terhadap sinyal penolong, yang dalam keadaan normal lebih dominan, sehingga kekurangan sel ini dapat mengakibatkan kulit menjadi lebih rentan terhadap invasi mikroba dan sel kanker.


Sherwood, Lauralee.(2001). Research Design: HUMAN PHYSIOLOGY: FROM
CELLS TO SYSTEM. EdsDr. Bram U. Pendit, Sp. KK. Jakarta: EGC.
Kadaryanto, et,al. (2006). Biologi 2. Jakarta: Yudhistira.
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=5&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=6&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=7&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=23&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=163language=40&illustrated=1
http://images.google.co.id/images?hl=id&q=BIOLOGY&gbv=2


















RESPON IMUN DASAR
KESEIMBANGAN CAIRAN, ASAM-BASA & ELEKTROLIT



Oleh :










Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Dasar Keperawatan 1 pada semester gasal

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
2008

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Makalah berjudul Reaksi sistem imun dan Kesetimbangan cairan asam basa dan elektrolit ini dibuat sebagai syarat pemenuhan tugas mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan 1 di semester gasal.

Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh anggota kelompok yang telah berkontribusi secara optimal sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Terima kasih pula kami ucapkan kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembuatan makalah ini baik secara moril maupun materil.

Besar harapan kami makalah ini dapat memberi kontribusi dalam pengembangn ilmu pengetahuan dalam keperawatan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya. Sebagai penyusun kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan.




Depok, November 2008



Penyusun






DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................................
DAFTAR ISI......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..............................................................................................
1.2 Tujuan...........................................................................................................
1.3 Metode..........................................................................................................
BABA II PEMBAHASAN
Respon Imun Dasar
a. Sejarah perkembangan ilmu imuniologi...............................................................
b. Sistem imun non spesifik : humoral dan seluler..................................................
c. Sistem imun spesifik: humoral dan seluler..........................................................
d. Mekanisme kerja dan fungsi sistem imun..............................................................
e. Imunisasi aktif dan pasif........................................................................................
f. Gangguan sistem imun: reaksi hipersensitivitas dan kekurangan sel imu.............
Keseimbangan Cairan, Asam, Basa dan Elektrolit
a. Kompartemen dan komposisi cairan.....................................................................
b. Teori asam basa.....................................................................................................
c. Derajat keasaman larutan......................................................................................
d. Larutan elektrolit dan non elektrolit......................................................................
e. Sistem buffer tubuh...............................................................................................
f. Larutan isotonik, hipotonik dan hipertonik..........................................................
BABA III PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................




PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari berbagai variabel-variabel ekternal maupun internal yang memberi pengaruh terhadap dirinya. Salah satu dari contoh varabel eksternal yaitu lingkungan biologis, dalam lingkungan biologis terdapat bermacam-macan patogen seperti: virus, bakteri, cacing parasit dan lainnya yang berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Sebagai bentuk pertahanannya manusia memilki sistem imun baik yang bekerja secara spesifik maupun nonspesifik dengan melalui tahap-tahap yang terpadu dalam suatu mekanisme sistem imun. Peran sisitem imun sangat besar untuk mempertahankan kondisi seseorang dalam keadaan homeostasis. Jika tubuh tidak memilki suatu sisstem pertahanan yang bagus, maka dapat menyebabkan timbulnya gangguan pada tubuh, seperti reaksi hipersensitivitas (alergi).

Tubuh manusia dibangun oleh beribu-ribu bahkan berjuta-juta sel. Didalam maupun diluar sel terdapat cairan-cairan yang juga berperan dalam mempertahankan keadaan homeostasis seseorang. Namun, tubuh juga dibangun oleh berbagai macam dan jenis larutan yang memiliki Ph tertentu yang disesuaikan dengan kondisi dimana cairan tersebut berada, yang akan terkait dengan sisstem buffer dalam tubuh. Untuk mempertahankan keadaan homeostasis cairan di dalam tubuh harus di usahakan seimbang baik dari segi jumlah, kadar maupun derajat keasamannya.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan disususnnya makalah ini adalah :
a. Memahami sejarah perkembangan ilmu imonologi
b. Memahami tentang hal-hal yang terkait dengan respon imun dasar bagi tubuh manusia khususnya dan makhluk hidup pada umumnya.
c. Memahami tentang keseimbangan cairan asam-basa dan larutan elektrolit di dalam tubuh.
1.3 Metode
Metode yang kami gunakan dalam penyusunan makalah ini ialah metode studi literatur.

DAFTAR PUSTAKA
Sherwood, Lauralee.(2001). Research Design: HUMAN PHYSIOLOGY: FROM
CELLS TO SYSTEM. EdsDr. Bram U. Pendit, Sp. KK. Jakarta: EGC.
Kadaryanto, et,al. (2006). Biologi 2. Jakarta: Yudhistira.
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=5&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=6&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=7&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=23&language=40&illustrated=1
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=163language=40&illustrated=1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar