Minggu, 10 Oktober 2010

Peran Umat Islam dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Judul : Peranan Umat Islam Masa Kini
Pengarang : Farid Al-Banh
Data Publikasi : http://kacapermata.blogspot.com/2008/05/peranan-umat-islam-masa-kini.html ( 4 April 2009)

Judul : Permasalahan dan Wawasan Pengabdian ICMI
Pengarang : Anonim
Data Publikasi : http://www.icmi.or.d/Ind/index2.php?ophon=com_content & do.pdf=12id=16 ( 4 April 2009)


Umat islam di Indonesia merupakan komponen mayoritas bangsa Indonesia. Sebagai komponen terbesar penyusun bangsa ini, umat islam dituntut untuk berpartisipasi aktif dalam setiap segi penyelenggarakan negeri ini, sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing guna mencapai cita-ita nasional masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Uud 1945. Berikut akan dijelaskan secara singkat mengenai peran umat islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta hal-hal yang menyertainya.
Komponen mayoritas yang disandangkan pada umat islam di negeri Indonesia ini memberikan peran da tangung jawab yang besar kepada umat islam. Negeri ini akan tergantung oleh bagaimana cara umat islam menjalani kehidupannya, karena jumlah umat islam yang besar mempengaruhi bersifat dominan kepada yang lain. Secara singkat dan utama dari peran umat islam yang ada, maka umat islam memiliki tiga peran yang nyata yaitu sebagai warga negara, pemgembang, dan penata kehidupan bangsa dan negara. Umat islam jelas berperan sebagai warga negara. Oleh karen itu harus tunduk dan patuh pada auran-aturan neraga. Selain itu, sebagai warga negara hendajnya umat islam memenuhi kewajibannya sesuai yang tercantum pada aturan-aturan negara yang telah ada.
Umat islam juga berperan sebagai pengembang kehidupan bangsa. Dalam hal ini, islam diharapkan dapat menawarkan dirinya sebagai sumber pengembangan dalam segala aspek kehidupan seperti ekonmi, sosial, pendidikan, politik dan budaya. Umat islam haruslah menjadi penggerk ekonomi bangsa supaya dapat mencapai taraf hidup yang baik. Umat islam juga dituntut pandai dalam iptek guna memajukan bagsa ini dan dapat bersang dengan bangsa lain dalam globalisasi yang sedang belangsung sekarang ini. Dalam melaksanakan perannya, segala tindakan harus didasari pada nilai-nilai islami.
Umat islam berperan sebagai penata kehidupan bangsa dan negara. Dalam kemajemukan yang ada di Indonesia, umat islam dituntut untuk benar-benar pandai menerapkan gagasan islami dan keindonesiaan. Hal ini agar tercipta ketenteraman dan kedamaian. Seperti yang diajrkan oleh Rasulullah SAW bahwa umat muslim adalah umat yang terdapat didalamnya kasih sayang, keadilan, kearifan sesuai yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dasar-dasar hubungan antar manusia inilah yang dijadikan umat islam dalam kehidupan bermasyarakat. Jika komponen mayoritas bangsa hidup dengan tenteram dan penuh toleransi maka lingkungan sekitarnya pun akan mencerminkan kondisi yang sama.
Dalam melaksanakan peran dan tanggung jawabnya, umat islam hendaklah didasari pada beberapa pengetahuan atau wawasan yang meliputi wawasan keislaman, kebangsaan, kecendikiaan, kepemimpinan, serat kesejahteran. Wawasan keislaman atau pemahaman secara utuh atas ajaran-ajaran islam. Wawasan kebangsaan merupakan peningkatan rasa nasionalisme sebagai suatu bangsa. Wawasan kecendikiaan sebagai upaya peningkatan kualitas kecendikiaan. Wawasan kepemimpinan yang meliputi usaha meningkatkan dan mengembangkan jati diri dan kepemimpinan umat serta wawasan kesejahteraan guna meningkatkan kegiatan ekonomi kerakyatan dalam rangka menegakkan demokrasi ekonomi dan keadilan sosial.
Banyak yang sudah dilakukan umat islam dalam menunjukan perannya. Tapi akhir-akhir ini image buruk selalu melekat pada islam. Hal ini dikarenakan hanya oleh oknum-oknum teknik Yng bersikap dan bertindak tanpa wawasan keislaman yang benar. Mereka bertindak atas nama Islam, hal ini yang memperburuk pandangan masyarakat akan Islam. Seperti pesantren, pesantren adalah tempat belajar Islam dengan lebih mendalam dengan tidak mengacuhkan bidang ilmu yang lain. Dengan fondasi ajaran agama yang kuat diharapkan umat Islam dapat bertindak secara optimal untuk angsa tanpa melintasi batasan ajaran Islam yang ada.
Karena adanya kejadian-kejadian yang tidak baik,pandangan terhadap Islam-pun menjadi tidak baik, misalnya adanya penindasan wanita. Dalam Islam tidak ada yang namanya pinindasan wanita, bahkan Alloh SWT,dalam ajaran Islam, meninggikan kedudukan kaum perempuan yang sesuai dengan tauladan yang telah diberikan Rosululloh SAW. Karena kurangnya pengetahuan agama, seseorang dapat bertindak dan mengecam sesuatu itu buruk padahal itu masih dalam batasan batasan. Oleh karena itu, sekarang ini, sebaiknya memperbaiki fondasi pemahaman atas ajaran agama Islam sebelum terjun lansung dalam kehidupan berbangsa dan benegara.
Begitu penting posisi umat Islam di negara ini. Dan begitu sensitifna masalah yang menyangkut agama dan moral. Oleh karena itu, hendaknya pemahaman akan ajaran agama lebih ditingkatkan agar umat Islam dapat melaksanakan perannya semaksimal mungkin untuk kepentingan bangsa dan negara, an tentunya, tanpa keluar dari batasan agama Islam.

1 komentar:

  1. bagaimana pandangan islam tentang hidup bernegara ?

    BalasHapus