Minggu, 10 Oktober 2010

METAETIKA DAN ETIKA DESKRIPTIF

OLEH
SUSI PURWATI (0806323246)

1. PENDAHULUAN

Ilmu filsafat merupakan akar dari segala ilmu. Mengapa? Karena di dalam ilmu filsafat seseorang di tuntun untuk selalu berpikir kritis dan tanggap serta selalu merasa berkewajiban untuk mengamati, mempelajari, dan menganalisis serta menyimpulkan berbagai fenomena yang terjadi di dalam kehidupan. Baik itu fenomena kehidupan manusia dengan lingkungan. Dari proses- proses tersebutlah lahirlah berbagai filsafat-filsafat ilmu yang pada akhirnya mendorong timbulnya ilmu pengetahuan baik itu berupa konsep atau teori maupun yang lansung di aplikasikan dalam kehidupan nyata. Dan memang sudah sepantasnya kita sebagai manusia yang mempunyai akal yang rasional termotivasi untuk mempelajari berbagai masalah yang ada di sekitar lingkungan kita berada.
Seorang tokoh filsafat islam yang bernama Al Kindi membenarkan bahwa ilmu filsafat ini di benarkan untuk berkembang di dalam kehidupan masyarakat. Sehingga ia menyatakan bahwa antara ilmu filsafat dengan ilmu agama tidak ada pertentangan.

Yang menjadi objek dari berbagai ilmu pengetahuan adalah manusia itu sendiri. Oleh karena itu dalam bertindak atau melakukan sesuatu seseorang memiliki batasan-batasan yang berasal dari diri sendiri maupun yang terbentuk berdasarkan lingkungan budaya di mana individu tersebut berada. Baik secara langsung maupun tidak langsung tanpa mempedulikan aspek altruistik ataupun materialistik seseorang. Dari interaksi antar individu dalam kehidupan sosial tersebut dengan sendirinya akan lahirlah etika yang akan menjadi cerminan moral bagi individu ataupun masyarakat.

2. PENGERTIAN DAN ISI
a. Pengertian Etika
Secara Etimologis
Berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang artimya cara bertindak, adat, tempat tinggal dan kebisaan yang menyangkut dengan masalah moral. Kata moral itu sendiri berasal dari bahsa latin “mos” yang memiliki arti yang sama dengan kata etika. Jadi secara harfiah etika adalah salah satu cabang dari filsafat yang bertitik tolak dari masalah nilai dan moral manusia yang berkenaan dengan tindakan manusia.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1993)
Etika adalah suatu ilmu yang tentang apa yang baik dan yang buruk serta da tentang hak dan kewajiban (akhlak).
Menurut filosofi agama
Etika adalah sebuah pandangan moralitas yang mengarahkan manusia untuk berbuat baik antar sesamanya agar tercipta masyarakat yang baik dan aman.
b. Pembagian Etika Sebagai Ilmu Moralitas
Sebagai ilmu yang mempelajari tentang moralitas, Etika memiliki beberapa fungsi dan perwujudan yaitu:
Etika Deskriptif (descriptive ethics)
Secara normatif menjelaskan secara moral deskriptif berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan dan tujuan suatu tindakan dalam tingkah laku manusia.
Etika Normatif (normative ethics)
Merupakan etika yang berusaha menjelaskan mengapa manusia bertindak seperti apa yang mereka lakukan, dan apakah prinsip-prinsip dari kehidupan manusia.
Metaetika (metaethics)
Merupan etika yang berusaha meberikan arti istilah dan bahsa yang di pakai dalam pembicaraan etiaka , serta cara berfikir yang di pakai un tuk membenarkan pernyataan-pernyataan etika.
Menurut Plato dan Socrates
Dengan adanya etika akan timbullah hubungan yang rapat antara kebaikan moral dan peresonaliti yang sehat.


3. PEMBAHASAN METAETIKA DAN ETIKA DESKRIPTIF
a. Metaetika
Metaetika merupakan hasil kajian dari etika deskriptif dengan etika normatif, menjelaskan tentang ciri-ciri serta istilah yang berkaitan dengan dengan tindakan bermoral atau sebaliknya seperti kebaikan, kejahatan, tanggung jawab dan kewajiban. Penjelasan lain menyatakan metaetika mempertanyakan makna yang di kandung oleh istilah-istilah kesusilaan yang dipakai untuk membuat tanggapan-tanggapan kesusilaan (Bambang Rudito dan Melia Famiola:2007).
Metaetika merupakan suatu bentuk analitik yang berkaitan dengan menganalisis semua peraturan yang berkaitan dengan tingkah laku baik dan jahat. Kritikal yang berkaitan dengan mengkritik terhadapa apa-apa yang telah di analisis. Metaetika mengkaji asal prinsip-prinsip etika dan penggunaannya. Pertanyaannya adalah: Adakah prinsip-prinsip etika merupakan suatu rekaan sosial? Adakah prinsip-prinsip etika sosial ini merupakan gambaran daripada emosi individu? Metaetikalah yang akan menjawab semua persoalaan ini yang memfokuskan kebenaran universal, katentuan Tuhan, alasan kepada penilaian etika dan definisi istilah-istilah yang berkaitan dengan etika itu sendiri.


c. Etika Deskriptif
Etika deskriptif berbicara mengenai fakta apa adanya, yaitu mengenai nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya. Ia berbicara mengenai kenyataan penghayatan nilai. Tanpa menilai dalam suatu masyarakat tentang sikap orang dalam menghadapi hidup ini, dan tentang kondisi-kondisi yang memungkinkan manusia bertindak secara etis.
Etika deskriptif pada dasarnya hendak menggambarkan perbuatan dari berbagai tradisi, kebiasaan, dan kebudayaan. Bagaimana tradisi Muslim atau Kristian dalam membicarakan hubungan seksual sebelum menikah, misalnya? Pendekatan etika deskriptif lebih mencari tahu bagaimana berbagai tradisi yang ada menyoal satu permasalahan yang sama. Karena ia tidak pernah menyalahkan suatu kebudayaan yang ada. Etika deskriptif lebih bersifat mengkomparatifkan perbedaan cara masyarakat menjawab pertanyaan moral.

4.KESIMPULAN
Etika memberikan orientasi kepada manusia tentang bagaiman ia menjalani hidupnya melalui rangkain tindakan sehari-hari. Itu berarti etiaka membantu manusia untuk mengambil sikap dan cara berindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Dari berbagi komponen-komponen etika itu sendiri termasuk metaetika dan etika deskriptif pada akhirnya akan membantu kita untuk membuat pilihan, pilihan terhadap nilai yang menjelma dalam sikap dan perilaku yang sangat mewarnai dan menentukan makna hidup kita. Selian itu etika dapat membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang akan kita lakukan dalam suatu kondisi dan situasi tertentu dalam hidup kita sehari-hari.


Daftar pustaka
Irmayanti , M. Si, Dr. Meliono, dkk. MODUL MPKT. (2007). Jakarta: Lembaga Penerbit FE-UI
Halaludin, M. Si, Drs. H. Khuslan, dkk. Integrasi Budi Pekerti Agama Islam.(2003). Solo: Tiga Serangkai
http://www.penulis-indonesia.com/katazine/blog/777/
http://etika-filsafat-komunikasi.blogspot.com/2007/09/etika-nilai-dan-norma.html
http://www.uika-bogor.ac.id/doc/public/etika%20bisnis%20islam.pdf
http://www.ftsm.ukm.my.mas/nota%20tm3923/mm%teori%20etika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar