Selasa, 05 Oktober 2010

KELANGSUNGAN HIDUP & TUMBUH KEMBANG ANAK

Kelangsungan Hidup
&
Tumbuh-Kembang Anak



D

I

S

U

U

N

OLEH
SUSI PURWATI (0806323246)

MA: Kuliah Kelangsungan Hidup & Perkembangan Anak
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Indonesia
DEPOK
2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah berjudul Kelangsungan Hidup & Tumbuh-Kembang Anak ini untuk memenuhi kebutuhan tugas Mata Kuliah Kelangsungan Hidup & Perkembangan Anak di semester genap tahun 2010.

Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh fihak-fihak yang telah berkontribusi secara optimal sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Terima kasih pula saya ucapkan kepada para dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan dalam pembuatan makalah ini. Ucapan terima kasih tak lupa saya sampaikan kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembuatan makalah ini baik secara moril maupun materil.
Besar harapan saya makalah ini dapat memberi kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas nantinya. Sebagai penyusun saya menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan. Terima kasih







Depok, Februari 2010



Penyusun



ABSTRAK

Proses tumbuh kembang dimulai dari proses fertilitasasi, selanjutnya terjadi proses konsepsi (perlekatan) di uterus hingga akhirnya terbentuk individu dengan segala sistem yang saling berhubungan. Proses pertumbuhan dan perkembangan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Periode tumbuh-kembang terjadi selama rentang kehidupan. Makalah ini akan membahas mengenai proses tumbuh-kembang anak dari konsepsi-janin hingga postnatal. Selain itu juga akan membahas beberapa istilah dalam proses tumbuh-kembang.


Kata Kunci: balita; embrio; fertilisasi; janin; kembang; konsepsi; neonatal;postnatal; prenatal; tumbuh.
















DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................................i
ABSTRAK.............................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.....................................................................................................iv
1.2 Tujuan..................................................................................................................iv
1.3 Metode Penulisan.................................................................................................iv
1.4 Sistematika Penulisan...........................................................................................v
BABA II PEMBAHASAN
2.1 Pertumbuhan & Perkembangan Anak Konsepsi – Janin......................................1
2.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan.................6
2.3 Pertumbuhan Prenatal & Postnatal.......................................................................9
2.4 Istilah Dalam Tumbuh-Kembang........................................ ..............................15
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan........................................ .............................................................17
3.2 Saran................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................18
















BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan ( growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Setiap individu adalah unik. Keunikan tersebut dapat kita temui pada tiap tahapan atau periode tumbuh-kembang anak mulai dari masa infertilitas, konsepsi, postnatal sampai akhirnya anak tumbuh menjadi seorang remaja. Dimana masing-masing periode atau tahapan tumbuh-kembang tersebut memiliki tugas tumbuh-kembang yang harus diselesaikan. Berbagai istilah yang berkaitan dengan proses tumbuh-kembang mengindikasikan banyaknya kejadian-kejadian atau peristiwa yang terjadi selama rentang atau proses tumbuh-kembang itu sendiri.

1.2 Tujuan
a) Memahami konsep umum tumbuh-kembang manusia
b) Memahami tahapan pertumbuhan & perkembangan anak konsepsi – janin
c) Mampu memahami korelasi antara faktor- faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan dengan proses tumbuh-kembang itu sendiri
d) Memahami pertumbuhan prenatal & postnatal
e) Memahami beberapa istilah umum dalam proses tumbuh-kembang

1.3 Metode Penulisan
Makalah ini disusun dengan literasi buku, internet dan hasil analisa penulis.

1.4 Sistematika Penulisan
KATA PENGANTAR
ABSTRAK
DAFTAR ISI
Bab I. Pendahuluan
Bab II. Pembahasan
2.1 Pertumbuhan & Perkembangan Anak Konsepsi – Janin
2.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan
2.3 Pertumbuhan Prenatal & Postnatal
2.4 Istilah Dalam Tumbuh-Kembang
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

























BAB II
ISI

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai factor baik internal maupun eksternal.

2.1 Pertumbuhan & Perkembangan Anak Konsepsi – Janin
Tahap awal perkembangan manusia di awali dengan peristiwa pertemuan atau peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam uterus. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).


Gambar : Zygote mengalami pembelahan

3 tahapan fase embrionik yaitu :
a. Morula
 Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
 Morulasi yaitu proses terbentuknya morula

Gambar : Morula
b. Blastula
 Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
 Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
 Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
 Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.


Gambar: Blastula

c. Gastrula
 Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
 Selanjutanya terbentuk triploblastik yang akan berkembang menjadi plasenta yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm.

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a. Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.

Peristiwa konsepsi terjadi setelah peristiwa fertilisasi hingga terjadi perlekatan embrio di dinding uterus. Zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut. Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.

Gambar: Janin
Tahapan perkembangan pada masa embrio
 Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
 Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
 Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
 Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
 Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
 Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
 Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
 Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
 Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
 Menjelang kelahiran, kadar estrogen meningkat yang menyebabkan kontraksi uterus meningkat dan produksi prolaktin oleh hipofisa meningkat yang meransang kelenjar susu.

Gambar Perkembangan embrio pada 5,14,20 minggu
2.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
• Ras/etnik atau bangsa.
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
• Keluarga.
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
• Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja
• Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
• Genetik
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil
• Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down dan sindroma Turner
b. Faktor luar (eksternal).
1.Faktor Prenatal
• Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin
• Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot
• Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.
• Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal
• Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung
• Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
• Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
• Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu
• Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.
2. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak
3. Faktor Pascasalin
• Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
• Penyakit kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.
• Lingkungan fisis dan kimia.
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
• Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
• Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
• Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akanmenghambat pertumbuhan anak.
• Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
• Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
• Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

2.3 Pertumbuhan Prenatal & Postnatal
Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Kehidupan prenatal adalah adalah kehidupan janin selama masih dalam masa kandungan sedangkan kehidupan postnatal adalah kehidupan individu setelah proses bersalin. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:
2.3.1. Periode prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).
Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :
 Masa zigot/mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.
 Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8-12 minggu.
Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.
 Masa janin/fetus, sejak umur kehamilan 9-12 minggu sampai akhir kehamilan.
Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:
• Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester kedua kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.
• Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer Imunoglobin G (Ig G) dari darah ibu melalui plasenta. Akumulasi aasam lemak esensial seri Omega 3 (Docosa Hexanic Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina.
Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan lima bulan. Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:
o Menjaga kesehatannya dengan baik.
o Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan.
o Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya
o Memeriksa kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.
o Memberi stimulasi dini terhadap janin.
o Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.
o Menghindari stres baik fisik maupun psikis.
o Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.

2.3.2. Periode Postnatal
Periode pertumbuhan anak pada masa ini sangat kompleks dan di bagi kedalam beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:
1.Masa bayi (infancy) umur 0-11 bulan.
Masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu :
 Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari.
Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:
• Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari
• Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari.
Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah:
• Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai.
• Untuk mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan.
• Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.
• Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur. Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan bayi yang dilahirkannya.
• Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masalah pemberian ASI.
 Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.
Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf.
Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak. Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.

2.Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan).
Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi.
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.
Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia dikemudian hari.

3.Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan).
Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak.
Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalami kelainan atau gangguan.

4. Usia Sekolah (6 – 12 tahun)
Usia sekolah merupakan masa yang paling banyak mengalami peningkatan kualitas kognitif pada anak berhubungan dengan tingkat perkembangan otak yang semakin kompleks, Ditandai dengan mulai terhubungnya sel-sel saraf pada anak. Anak usia sekolah berfikir secara konkrit, tetapi mereka sudah dapat menggunakan konsep abstrak untuk memahami gambaran dan makna akan sesuatu hal. Contohnya seperti: spriritual dan agama mereka. Minat anak sudah mulai ditunjukan dalam sebuah ide, dan anak dapat diajak berdiskusi dan menjelaskan apakah keyakinan.

5. Usia Remaja (12-18 tahun)
Dilihat dari siklus kehidupan, masa remaja merupakan masa yang paling sulit untuk dilalui oleh individu. Masa ini dapat dikatakan sebagai masa yang paling kritis bagi perkembangan pada tahap-tahap kehidupan selanjutnya. Mengapa dikatakan demikian? Ini dikarenakan pada masa inilah terjadi begitu banyak perubahan dalam diri individu baik itu perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan dari ciri kanak-kanak menuju pada kedewasaan. Pada wanita ditandai dengan mulainya menstruasi atau buah dada yang membesar. Pada pria antara lain ditandai dengan perubahan suara, otot yang semakin membesar serta mimpi basah. Dalam kondisi berbagai perubahan di atas, remaja biasanya tidak mau lagi dikatakan sebagai kanak-kanak namun remajapun belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa jika dilihat dari berbagai kesiapan yang mereka miliki. Berbagai perubahan fisik yang terjadi pada remaja merupakan proses yang alamiah, yang akan dilalui oleh semua individu. Namun seringkali ketidaktahuan remaja terhadap perubahan itu sendiri membuat mereka hidup dalam kegelisahan dan perasaan was-was. Ditambah dengan perubahan konsep diri dan pencarian identitas diri maka akan banyak permasalahan yang muncul jika mereka tidak dibimbing dengan baik untuk melewati masa tersebut. Proses pencarian identitas diri tersebut harus mendapat bimbingan dari orang sekelilingnya agar mereka dapat tumbuh menjadi remaja yang bertanggung jawab.
Memasuki usia remaja, beberapa jenis hormon/zat dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron, mulai berperan aktif sehingga pada remaja perempuan mulai tumbuh payudara, panggul mulai melebar dan membesar dan akan mengalami menstruasi atau haid. Di samping itu akan mulai tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan vagina/kemaluanmu. Beberapa dari remaja mengalami tumbuhnya jerawat pada wajah. Dan perubahan lainnya seperti:
 Kulit dan rambut mulai berminyak
 Keringat bertambah banyak
 Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
 Tangan dan kaki bertambah besar
 Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi
 Pantat berkembang lebih besar
 Indung telur mulai membesar
 Vagina mulai mengeluarkan cairan
Sama halnya dengan remaja perempuan, hormon testosteron akan membantu tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kemaluan laki-laki, janggut dan kumis, terjadi perubahan suara pada remaja laki-laki, tumbuhnya jerawat dan mulai diproduksinya sperma yang pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah. Perubahan lain antara lain:
 Tubuh bertambah berat dan tinggi
 Keringat bertambah banyak
 Kulit dan rambut mulai berminyak
 Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
 Tangan dan kaki bertambah besar
 Tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi
 Pundak dan dada bertambah besar dan bidang
 Tumbuh jakun
 Suara berubah menjadi berat
 Penis dan buah zakar membesar



2.4 Istilah Dalam Tumbuh-Kembang
Bayak sekali istilah-istilah dalam proses tumbuh-kembang, Mulai dari istilah yang berkaitan dengan fisiologis, kelainan sampai dengan psikologis. Di dalam tulisan ini saya akan menguraikan beberapa istilah tumbuh-kembang anak yang dibagi ke dalam beberapa aspek, Diantaranya adalah sebagai berikut:
2.4.1. Istilah Refleks Umum Bayi
No Istilah Pengertian
1.

2.


3.



4.

5.


6.

7.


8.

9. Glabellar

Gag


Rooting



Extrusion

Babinski


Moro

Stratle


Crawl

Placing Ketukan dengan cepat pada daerah kedua alis mata menyebabkan mata tertutup dengan kuat.
Stimulasi faring posterior oleh makanan, pengisap atau selang menyebabkan bayi tersedak. Refleks terus ada selama masa kehidupan.
Menyentuh atau mengetuk leher sepanjang sisi mulut menyebabkan bayi menolehkan kepala ke sisi tersebut dan menghisap. Refleks harus hilang pada saat kira-kira usia 3-4 bulan.
Pada saat lidah disentuh atau ditekan, bayi berespon dengan mendorongnya keluar, refleks akan hilang pada usia 4 bulan.
Mengelus bagian luar telapak kai muali dari tumit melewati lingkaran kaki yang menyebabkan jari-jari hiperekstensi. Refleks hilang setelah satu tahun
Refleks tiba-tiba bersuara atau kehilangan keseimbangan. Seperti: mengangis, terjatruh secara tiba-tiba.
Tiba-tiba, suara yang keras menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku dengan tangan tetap mengepal. Refleks hilang pada usia 4 bulan.
Pada saat ditelungkupkan, bayi membuat gerakan merayap dengan lengan dan kaki. Refleks hilang pada usia 6 minggu.
Refleks bayi yang akan mengangkat kakinya apabila dipegang ke atas di bagian lengan dan bagian dorsal kaki dengan kuat ditempatkan melawan benda yang keras.


2. 4.2. Istilah-istilah Kelainan tumbuh-kembang umum
No Istilah Pengertian
1.

2.


3.

4.


5.

6.
7.

8.
9. Agenesis

Aplasia


Atresia

Hipoplasia


Atrofi

Hipertrofi
Hiperplasia

Metaplasia
Anomali
Sesuatu organ atau tisu tidak berkembang langsung. Tidak wujud. Contoh: Dilahirkan dengan satu buah pinggang.
Sesuatu organ itu ada tetapi terlalu kecil jika dibandingkan dengan saiz yang sepatutnya. Contoh: Ketiadaan gonad dan Ketiadaan salah satu kaki.
Ketiadaan atau tertutupnya sesuatu lubang yang sepatutnya ada. Contoh: Ketiadaan lumen usus dan Atresia ani -tiada anus.
Pertumbuhan yang tidak lengkap dan merupakan sejenis anomali. Tidak mencapai tahap saiz atau struktur yang normal. Contoh :Saiz ginjal/testis kecil berbanding yang normal.
Pengecilan tisu selepas pertumbuhan yang normal dicapai akibat dari pengurangan bilangan atau saiz sel.
Penambahan saiz tisu/organ akibat pertambahan saiz sel.
Pertambahan bilangan sel di dalam sesuatu tisu atau organ menyebabkan pertambahan saiz struktur, tisu atau organ.
Perubahan dari suatu jenis tisu menjadi tisu yang lain.
Keadan yang tidak biasa atau berbeda dengan keadaan normal.










BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkemabngan kehidupan anak selanjutnya. Ada berbagai istilah dalam proses tumbuh-kembang berkaitan dengan perkembangan refleks dan kelainan yang dit emukan pada proses tumbuh-kembang itu sendiri seperti: Glabber, moro, gag, hiperplasia, atrophy, agenis, anomali dan lain sebagainya.

3.2 Saran
Setiap periode pertumbuhan anak, memiliki tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan yang harus diselesaikan dan di lewati. Proses tersebut sangat di pengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, Peran orang tua dalam memfasilitasi anak untuk melewati tugas-tugas tumbuh-kembangnya harus benar-benar maksimal, Yang terpenting untuk dipahami oleh para orang tua adalah jangan pernah menganggap bahwa naka adalah makhluk dewasa kecil yang memilki tingkat kognitif yang sama dengan orang dewasa.



DAFTAR PUSTAKA

Guyton & Hall.(1997). Fisiologi Kedokteran. Edisis 9. Jakarta: EGC
Hurlock, E.B.(1993). Perkembangan Anak. edisi 6. Jakarta: Erlangga
Kuffner Trish. (2003). Play and Learn. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Potter, P.A & Perry, A.G.(2005). Fundamental Of Nursing: Concepts, Process, and Practice. Eds 4. Jakarta: EGC
Semiawan. (2003). Paradigma Baru Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Buletin PADU Direktorat PAUD.
Sularyo, T.S. (1989). Pengaruh Pengasuhan pada perkembangan psikomotor anak. Bogor
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=163language=40&illustrated=1
http://images.google.co.id/images?hl=id&q=BIOLOGY&gbv=2
http://images.google.co.id/images?hl=id&q=manusia&gbv=2




BAB II
ISI

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.
Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh berbagai factor baik internal maupun eksternal.

2.1 Pertumbuhan & Perkembangan Anak Konsepsi – Janin
Tahap awal perkembangan manusia di awali dengan peristiwa pertemuan atau peleburan sel sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri/pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan embrio dibedakan menjadi 2 tahap yaitu :
1. Fase Embrionik yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam uterus. Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage).


Gambar : Zygote mengalami pembelahan

3 tahapan fase embrionik yaitu :
a. Morula
 Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus. Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat.
 Morulasi yaitu proses terbentuknya morula

Gambar : Morula
b. Blastula
 Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
 Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan.
 Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel.
 Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.


Gambar: Blastula

c. Gastrula
 Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
 Selanjutanya terbentuk triploblastik yang akan berkembang menjadi plasenta yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm.

Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
Contohnya :
a. Lapisan Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit), rambut dan alat indera.
b. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti ren.
c. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya :
a. Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.

Peristiwa konsepsi terjadi setelah peristiwa fertilisasi hingga terjadi perlekatan embrio di dinding uterus. Zygote akan berkembang menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.
HCG membuat hormon keibuan untuk mengganggu siklus menstruasi normal, membuat proses kehamilan jadi berlanjut. Janin akan mendapatkan nutrisi melalui plasenta/ari-ari. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput yaitu :
1. Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan.
2. Korion yaitu selaput yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding utama uterus. Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
3. Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta, mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
4. Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat munculnya pembuluhdarah yang pertama.

Gambar: Janin
Tahapan perkembangan pada masa embrio
 Bulan pertama : Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
 Bulan kedua : Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio berukuran 4 cm.
 Bulan ketiga : Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
 Bulan keempat : Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram dengan panjang 14 cm.
 Bulan kelima : Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra Sonographi).
 Bulan keenam : Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
 Bulan ketujuh : Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
 Bulan kedelapan : Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah, seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
 Bulan kesembilan : Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
 Menjelang kelahiran, kadar estrogen meningkat yang menyebabkan kontraksi uterus meningkat dan produksi prolaktin oleh hipofisa meningkat yang meransang kelenjar susu.

Gambar Perkembangan embrio pada 5,14,20 minggu
2.2 Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan & Perkembangan
Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain:
a. Faktor dalam (internal) yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
• Ras/etnik atau bangsa.
Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.
• Keluarga.
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus.
• Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan dan masa remaja
• Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
• Genetik
Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil
• Kelainan kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down dan sindroma Turner
b. Faktor luar (eksternal).
1.Faktor Prenatal
• Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin
• Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot
• Toksin/zat kimia
Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis.
• Endokrin
Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal
• Radiasi
Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung
• Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
• Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
• Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu
• Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.
2. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak
3. Faktor Pascasalin
• Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat
• Penyakit kronis/ kelainan kongenital
Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani.
• Lingkungan fisis dan kimia.
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
• Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
• Endokrin
Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan.
• Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akanmenghambat pertumbuhan anak.
• Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
• Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak.
• Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.

2.3 Pertumbuhan Prenatal & Postnatal
Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Kehidupan prenatal adalah adalah kehidupan janin selama masih dalam masa kandungan sedangkan kehidupan postnatal adalah kehidupan individu setelah proses bersalin. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:
2.3.1. Periode prenatal atau masa intra uterin (masa janin dalam kandungan).
Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu :
 Masa zigot/mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu.
 Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8-12 minggu.
Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.
 Masa janin/fetus, sejak umur kehamilan 9-12 minggu sampai akhir kehamilan.
Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:
• Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester kedua kehidupan intra uterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan, pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi.
• Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer Imunoglobin G (Ig G) dari darah ibu melalui plasenta. Akumulasi aasam lemak esensial seri Omega 3 (Docosa Hexanic Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina.
Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, obat-obat, bahan-bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil, dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan lima bulan. Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intra uterin, seorang ibu diharapkan:
o Menjaga kesehatannya dengan baik.
o Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan.
o Mendapat nutrisi yang sehat untuk janin yang dikandungnya
o Memeriksa kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan.
o Memberi stimulasi dini terhadap janin.
o Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya.
o Menghindari stres baik fisik maupun psikis.
o Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya.

2.3.2. Periode Postnatal
Periode pertumbuhan anak pada masa ini sangat kompleks dan di bagi kedalam beberapa tahapan yaitu sebagai berikut:
1.Masa bayi (infancy) umur 0-11 bulan.
Masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu :
 Masa neonatal, umur 0 sampai 28 hari.
Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:
• Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari
• Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari.
Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah:
• Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai.
• Untuk mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan.
• Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu.
• Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur. Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan bayi yang dilahirkannya.
• Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masalah pemberian ASI.
 Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 11 bulan.
Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf.
Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak. Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.

2.Masa anak dibawah lima tahun (anak balita, umur 12-59 bulan).
Pada masa ini, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi.
Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.
Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia dikemudian hari.

3.Masa anak prasekolah (anak umur 60-72 bulan).
Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak.
Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalami kelainan atau gangguan.

4. Usia Sekolah (6 – 12 tahun)
Usia sekolah merupakan masa yang paling banyak mengalami peningkatan kualitas kognitif pada anak berhubungan dengan tingkat perkembangan otak yang semakin kompleks, Ditandai dengan mulai terhubungnya sel-sel saraf pada anak. Anak usia sekolah berfikir secara konkrit, tetapi mereka sudah dapat menggunakan konsep abstrak untuk memahami gambaran dan makna akan sesuatu hal. Contohnya seperti: spriritual dan agama mereka. Minat anak sudah mulai ditunjukan dalam sebuah ide, dan anak dapat diajak berdiskusi dan menjelaskan apakah keyakinan.

5. Usia Remaja (12-18 tahun)
Dilihat dari siklus kehidupan, masa remaja merupakan masa yang paling sulit untuk dilalui oleh individu. Masa ini dapat dikatakan sebagai masa yang paling kritis bagi perkembangan pada tahap-tahap kehidupan selanjutnya. Mengapa dikatakan demikian? Ini dikarenakan pada masa inilah terjadi begitu banyak perubahan dalam diri individu baik itu perubahan fisik maupun psikologis. Perubahan dari ciri kanak-kanak menuju pada kedewasaan. Pada wanita ditandai dengan mulainya menstruasi atau buah dada yang membesar. Pada pria antara lain ditandai dengan perubahan suara, otot yang semakin membesar serta mimpi basah. Dalam kondisi berbagai perubahan di atas, remaja biasanya tidak mau lagi dikatakan sebagai kanak-kanak namun remajapun belum dapat dikatakan sebagai orang dewasa jika dilihat dari berbagai kesiapan yang mereka miliki. Berbagai perubahan fisik yang terjadi pada remaja merupakan proses yang alamiah, yang akan dilalui oleh semua individu. Namun seringkali ketidaktahuan remaja terhadap perubahan itu sendiri membuat mereka hidup dalam kegelisahan dan perasaan was-was. Ditambah dengan perubahan konsep diri dan pencarian identitas diri maka akan banyak permasalahan yang muncul jika mereka tidak dibimbing dengan baik untuk melewati masa tersebut. Proses pencarian identitas diri tersebut harus mendapat bimbingan dari orang sekelilingnya agar mereka dapat tumbuh menjadi remaja yang bertanggung jawab.
Memasuki usia remaja, beberapa jenis hormon/zat dalam tubuh, terutama hormon estrogen dan progesteron, mulai berperan aktif sehingga pada remaja perempuan mulai tumbuh payudara, panggul mulai melebar dan membesar dan akan mengalami menstruasi atau haid. Di samping itu akan mulai tumbuh bulu-bulu halus di sekitar ketiak dan vagina/kemaluanmu. Beberapa dari remaja mengalami tumbuhnya jerawat pada wajah. Dan perubahan lainnya seperti:
 Kulit dan rambut mulai berminyak
 Keringat bertambah banyak
 Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
 Tangan dan kaki bertambah besar
 Tulang-tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi
 Pantat berkembang lebih besar
 Indung telur mulai membesar
 Vagina mulai mengeluarkan cairan
Sama halnya dengan remaja perempuan, hormon testosteron akan membantu tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar ketiak, kemaluan laki-laki, janggut dan kumis, terjadi perubahan suara pada remaja laki-laki, tumbuhnya jerawat dan mulai diproduksinya sperma yang pada waktu-waktu tertentu keluar sebagai mimpi basah. Perubahan lain antara lain:
 Tubuh bertambah berat dan tinggi
 Keringat bertambah banyak
 Kulit dan rambut mulai berminyak
 Lengan dan tungkai kaki bertambah panjang
 Tangan dan kaki bertambah besar
 Tulang wajah mulai memanjang dan membesar, sehingga tidak terlihat seperti anak kecil lagi
 Pundak dan dada bertambah besar dan bidang
 Tumbuh jakun
 Suara berubah menjadi berat
 Penis dan buah zakar membesar



2.4 Istilah Dalam Tumbuh-Kembang
Bayak sekali istilah-istilah dalam proses tumbuh-kembang, Mulai dari istilah yang berkaitan dengan fisiologis, kelainan sampai dengan psikologis. Di dalam tulisan ini saya akan menguraikan beberapa istilah tumbuh-kembang anak yang dibagi ke dalam beberapa aspek, Diantaranya adalah sebagai berikut:
2.4.1. Istilah Refleks Umum Bayi
No Istilah Pengertian
1.

2.


3.



4.

5.


6.

7.


8.

9. Glabellar

Gag


Rooting



Extrusion

Babinski


Moro

Stratle


Crawl

Placing Ketukan dengan cepat pada daerah kedua alis mata menyebabkan mata tertutup dengan kuat.
Stimulasi faring posterior oleh makanan, pengisap atau selang menyebabkan bayi tersedak. Refleks terus ada selama masa kehidupan.
Menyentuh atau mengetuk leher sepanjang sisi mulut menyebabkan bayi menolehkan kepala ke sisi tersebut dan menghisap. Refleks harus hilang pada saat kira-kira usia 3-4 bulan.
Pada saat lidah disentuh atau ditekan, bayi berespon dengan mendorongnya keluar, refleks akan hilang pada usia 4 bulan.
Mengelus bagian luar telapak kai muali dari tumit melewati lingkaran kaki yang menyebabkan jari-jari hiperekstensi. Refleks hilang setelah satu tahun
Refleks tiba-tiba bersuara atau kehilangan keseimbangan. Seperti: mengangis, terjatruh secara tiba-tiba.
Tiba-tiba, suara yang keras menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku dengan tangan tetap mengepal. Refleks hilang pada usia 4 bulan.
Pada saat ditelungkupkan, bayi membuat gerakan merayap dengan lengan dan kaki. Refleks hilang pada usia 6 minggu.
Refleks bayi yang akan mengangkat kakinya apabila dipegang ke atas di bagian lengan dan bagian dorsal kaki dengan kuat ditempatkan melawan benda yang keras.


2. 4.2. Istilah-istilah Kelainan tumbuh-kembang umum
No Istilah Pengertian
1.

2.


3.

4.


5.

6.
7.

8.
9. Agenesis

Aplasia


Atresia

Hipoplasia


Atrofi

Hipertrofi
Hiperplasia

Metaplasia
Anomali
Sesuatu organ atau tisu tidak berkembang langsung. Tidak wujud. Contoh: Dilahirkan dengan satu buah pinggang.
Sesuatu organ itu ada tetapi terlalu kecil jika dibandingkan dengan saiz yang sepatutnya. Contoh: Ketiadaan gonad dan Ketiadaan salah satu kaki.
Ketiadaan atau tertutupnya sesuatu lubang yang sepatutnya ada. Contoh: Ketiadaan lumen usus dan Atresia ani -tiada anus.
Pertumbuhan yang tidak lengkap dan merupakan sejenis anomali. Tidak mencapai tahap saiz atau struktur yang normal. Contoh :Saiz ginjal/testis kecil berbanding yang normal.
Pengecilan tisu selepas pertumbuhan yang normal dicapai akibat dari pengurangan bilangan atau saiz sel.
Penambahan saiz tisu/organ akibat pertambahan saiz sel.
Pertambahan bilangan sel di dalam sesuatu tisu atau organ menyebabkan pertambahan saiz struktur, tisu atau organ.
Perubahan dari suatu jenis tisu menjadi tisu yang lain.
Keadan yang tidak biasa atau berbeda dengan keadaan normal.










BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh. Pertumbuhan dan perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal yang menentukan tahap pertumbuhan dan perkemabngan kehidupan anak selanjutnya. Ada berbagai istilah dalam proses tumbuh-kembang berkaitan dengan perkembangan refleks dan kelainan yang dit emukan pada proses tumbuh-kembang itu sendiri seperti: Glabber, moro, gag, hiperplasia, atrophy, agenis, anomali dan lain sebagainya.

3.2 Saran
Setiap periode pertumbuhan anak, memiliki tugas-tugas pertumbuhan dan perkembangan yang harus diselesaikan dan di lewati. Proses tersebut sangat di pengaruhi oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, Peran orang tua dalam memfasilitasi anak untuk melewati tugas-tugas tumbuh-kembangnya harus benar-benar maksimal, Yang terpenting untuk dipahami oleh para orang tua adalah jangan pernah menganggap bahwa naka adalah makhluk dewasa kecil yang memilki tingkat kognitif yang sama dengan orang dewasa.



DAFTAR PUSTAKA

Guyton & Hall.(1997). Fisiologi Kedokteran. Edisis 9. Jakarta: EGC
Hurlock, E.B.(1993). Perkembangan Anak. edisi 6. Jakarta: Erlangga
Kuffner Trish. (2003). Play and Learn. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Potter, P.A & Perry, A.G.(2005). Fundamental Of Nursing: Concepts, Process, and Practice. Eds 4. Jakarta: EGC
Semiawan. (2003). Paradigma Baru Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Buletin PADU Direktorat PAUD.
Sularyo, T.S. (1989). Pengaruh Pengasuhan pada perkembangan psikomotor anak. Bogor
http://www.ehd.org/flash.php?mov_id=163language=40&illustrated=1
http://images.google.co.id/images?hl=id&q=BIOLOGY&gbv=2
http://images.google.co.id/images?hl=id&q=manusia&gbv=2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar