Minggu, 10 Oktober 2010

KAITAN NILAI SPRITUAL DENGAN KEHIDUPAN MANUSIA

OLEH
SUSI PURWATI (0806323246)

1.PENDAHULUAN

Pada hakekatnya segala sesuatu yang ada di alam semesta ini mempunyai nilai. Dalam kehidupan masyarakat terdapat banyak nilai yang diyakini kebenaran, ketepatan dan kemanfaatannya sehingga dijadikan sebagai falsafah hidup dan digunakan sebagai sumber acuan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun tidak jarang ditemukan nilai-nilai yang justru tidak bermanfaat bahkan merugikan namun tetap diyakini dan dipercaya serta dipertahankan keberadaanya dalam suatu masyarakat atau komunitas tertentu. Oleh karena itu, nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat akan sangat mempengaruhi pola pikir masing-masing individu dalam suatu komunitas maupun masyarakat tertentu.

Nilai yang tumbuh dan berkembang didalam masyarakat dapat menjadi cerminan bagaimana pola tingkah laku dan akhlak yang ada dalam suatu masyarakat atau komunitas tertentu. Baik itu dalam ruang lingkup komunitas yang terkecil yaitu keluarga. Dalam hal ini keluarga juga memiliki peranan yang sangat besar dalam membentuk akhlak dan budi pekerti seseorang, yaitu sebagai suatu komunitas dan lingkungan yang pertama kali menanamkan nilai-nilai dari setiap individu. Nilai-nilai yang berkembang dalam masyrakat sangat beragam, salah satu dintaranya adalah nilai spiritual. Nilai spiritual yang dimiliki seseorang mampu mempengaruhi perangai berupa sifat dan watak seseorang serta membentuk dan memberikan pengaruh kearah yang lebih baik ataupun kearah yang buruk. Pada dasarnya akhlak dan budi pekerti berorientasi pada nilai spritual , nilai-kemanusiaan dan lingkungan hidup. Nilai-nilai tersebut selalu berada dan tidak pernah terpisahkan dari kehidupan manusia.


2. PEMBAHASAN & ISI

Nilai spiritual adalah nilai yang berupa keyakinan yang terletak di dalam hati sebagai sumber dan hakekat spiritual batiniyah, inspirasi, kreativitas dan belas kasih yang dianggap mempunyai kekuatan yang sakral, suci dan agung. Pemahaman nilai spiritual melibatkan peran hati nurani. Nilai spiritual ini bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa (Notonegoro pada tahun 1980) sehingga sangat dekat sekali kaitannya dengan nilai-nilai yang ada dalam ajaran agama, karena didalam agam sumber dari segala perintah dan aturan-aturannya berasal dari Tuhan. Selain itu nilai spiritual jaga dipengaruhi oleh nilai-nilai budya suatu masyarakat ataupun komunitas tertentu. Menyangkut kepercayaan terhadap adat-istiadat dan kebiasaan-kebiasaan yang diturunkan secara turun-temurun dari nenek moyang.

Nilai spiritual sangat berpengaruh terhadap kehidupan baik itu kehidupan individu maupun kehidupan didalam masyarakat. Nilai spiritual itu sendiri sangat dekat dengan nilai-nilai kebudayaan dan niali-nilai yang ada dalam ajaran agama. Nilai spiritual ini sudah ada dan diakui sejak zaman prasejarah, sebagai bukti orang-orang yang hidup pada zaman ptrasejarah memilki kepercayaan terhadap benda-benda dan hal-hal yang dianggap gaib. Karena adanya kepercayaan tersebut mereka kemudian membangun tempat-tempat ibadah seperti arca dan punden berundak-undak sebagai bukti nyata akan keyakinan dan kepercayaan mereka.

Pada zaman sejarah nilai spiritual semakin mengarahkan manusia ke suatu kondisi yang lebih maju. Ditandai dengan masuknya agama hindu dan budha ke Indonesia yang melahirkan berbagai kebudayaan yang sangat beraneka ragam. Nilai-nilai spiritual dan kebudayaan yang diajarkan terefleksi didalam benda-benda peningglan sejarah yang sarat dengan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat pada saat itu. Sebagai contoh salah satu bangunan yang tergolong dalam keajaiban dunia adalah Candi Borobudur, seni arsitektur dan seni pahat yang ada pada Candi Borobudur menunjukkan adanya unsur-unsur kepercayaan dan keyakinan terhadap dewa-dewa yang digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap dewa-dewa tersebut. Selain itu jejak-jejak sejarah lainnya yang menunjukkan bahwa nilai spiritual mampu merubah peradaban antara lain: Candi Prambanan, Bangunan Kerajaan Siak Sri Indrapura, Bangunan makam para leluhur dan lain-lainnya. Dalam bangunan-bangunan terseut dapat dilihat bahwa nilai spiritual atas keyakian masyarakat pada saat itu mempengaruhi seni-seni arsitektur dan seni pahat pada zaman tersebut.

Pada masa modern hingga sekarang niali spiritual terefleksi sangat jelas sakali. Sebagai contoh : Habiburahman El-Siraaji, Yusuf Al-Qardawy dan adalah seorang pengarang terkenal dengan karya-karya besarnya yang cukup populer, Ia mampu menciptakan suatu karya-karya besar karena adanya keyakinan dalam jiwanya tentang pengakuan adanya nilai spiritual dalam hidup yang berorientasi dalam ajran-ajarn agama yang dianutnya, yang kemudian mampu membentuk suatu pola pikir yang mengarahkan kepada pemikiran yang trasionalitas dan terakumulasi, sehingga mampu menciptakan karya-ka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar